Apakah benar Traveller Tidak Butuh Vaksin Flu Saat Melancong?

Beberapa permasalahan kesehatan rawan dirasakan oleh mereka yang pergi. Wisatawan (traveller) masuk ke barisan orang yang beresiko besar tertular flu atau influenza, bersama dengan individu lansia, tenaga kesehatan, pasien penyakit akut, serta pasien kardiovaskular.



Itu kenapa mereka tetap diingatkan untuk suntik vaksin flu sebelum melancong. Sebenarnya, masih sedikit wisatawan yang mengerti utamanya lakukan hal itu.

"Mereka tetap berasumsi jika traveller sehat itu tak perlu vaksin flu. Orang sehat kok, bikin apa divaksin?," kata Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia, Prof Dr dr Irislah Rengganis, SpPD K-AI FINASIM dalam satu diskusi di lokasi Jakarta Pusat baru saja ini.

Irislah, menjelaskan, ketidaktahuan akan bahaya virus influenza membuat mereka jadi waktu bodoh. Walau sebenarnya, efek penebaran virus influenza berlangsung waktu satu orang mulai lakukan perjalanan, baik udara, laut, atau darat.

"Saya tekankan jika traveller sehat tak perlu vaksin flu itu ialah mitos," kata Irislah.

Menurut Irislah, tiap orang bisa terserang flu. Terasa bugar serta sehat tidak bermakna orang itu terproteksi. Bukan bermakna kita atau beberapa traveller itu punyai anti-bodi pada influenza, penyakit yang sering dipandang sepele tetapi sebetulnya gampang sekali menyebar serta bisa memunculkan beberapa komplikasi, yang serta dapat mengakibatkan kematian.

"Dengan kita divaksinasi, kita punyai anti-bodi. Serta, harus diingat jika orang yang disuntik vaksin, ialah orang yang malah sehat," Irislah menerangkan. Karena, vaksinasi harus dikerjakan dalam kondisi sehat, bukan dalam kondisi sakit.

Influenza menurut Irislah masih jadi satu permasalahan kesehatan global, karena virusnya terus bermutasi serta mudah menebar ke ruang lain, khususnya melalui udara.

Itu sebagai fakta, formulasi dari vaksin flu terus sesuai agar memberi perlindugan maksimal.

"Virus influenza demikian gampang bermutasi. Hingga tiap tahun harus dibikin virus dengan 'isian' yang sesuai keadaan waktu itu," tuturnya.

"Berarti, nilai kekebalannya cuma setahun sekali. Tiap tahun, orang yang ingin memperoleh kebal harus disuntik ," Irislah melanjutnya.

Sayangnya, suntik vaksin flu sampai sekarang belum adalah satu kewajiban buat orang dewasa, sebab belum adalah program pemerintah. Orang yang ingin vaksinasi influenza harus bayar sendiri.

"Namun, bayar sendiri masih tambah murah daripada jika kita telah sakit," tuturnya.

Ia memperingatkan jika influenza ialah penyakit yang bisa dihindari dengan vaksinasi, terutamanya bikin yang lakukan perjalanan dengan transpotrasi biasa serta barisan besar seperti jamaah umrah serta haji.

"Vaksinasi juga bisa menahan komplikasi dari influenza seperti radang paru, serta kematian karena masalah pernafasan berat," tuturnya. Komplikasi yang seringkali berlangsung serta harus dicermati ialah Pneumonia.

Di kesempatan itu, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Tanjung Priok Jakarta, dr Jefri H Sitorus M Kes menerangkan jika influenza tidak cuma penyakit yang ada pada musim hujan atau dingin saja.

Di iklim tropis yang hangat, flu dapat berkembang selama lain. "Di belahan bumi mana juga, efek tertular virus flu tetap mengawasi kita, khususnya traveller," tuturnya.

Irislah serta Jefri selanjutnya memperingatkan supaya semestinya cari info tentang type virus flu di negara yang akan didatangi terlebih dulu sebelum melancong. Sesudah tahu, jagalah diri dengan mengaplikasikan pola hidup sehat, serta kerjakan suntik vaksin flu.

Oleh karenanya, pemberian vaksin flu semestinya dikerjakan dua minggu sebelum keberangkatan.

"Kenapa harus dua minggu? Sebab vaksin influenza perlu waktu untuk dua minggu membuat anti-bodi. Sebagian besar vaksin, paling lambat dua minggu untuk membuat anti-bodi. Hingga waktu pergi anti-bodi telah tercipta," tuturnya.

"Jangan ingin pergi esok, baru vaksin saat ini. Contoh, perjalanan hanya 10 hari, disana anti-bodi belum tercipta, sampai Indonesia baru tercipta. Oleh karenanya gunakan penghitungan," Irislah memperingatkan.

Serta, Irislah menyarankan mereka yang akan melakukan umrah atau haji untuk vaksin flu serta vaksin meningitis bertepatan.

Post a Comment

0 Comments